Dalam Sebuah Mimpi Menjadi Seorang Guru
Ikutilah terus kemana arah tanganmu akan bergerak, maka kau akan temukan mimpi-mimpi dan imajinasimu dalam suatu karya yang indah dan tak akan pernah musnah. KEEP YOUR HAND MOVING......
Kamis, 26 Januari 2012
Sepucuk Surat Motivasi Untuk Sahabat
Dalam Sebuah Mimpi Menjadi Seorang Guru
Sahabat,
Meraih mimpi, harapan, dan cita-cita memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh perjuangan, semangat yang tinggi, serta tak kenal putu asa.
Segala usaha yang kau lakukan tak akan pernah sia-sia. Asalkan kau melakukannya dengan penuh harapan untuk meraih mimpi-mimpimu.
Namun, ketika kau merasa hampa menghadapi hari-hari yang lewat begitu saja, janganlah langsung merasa putus asa dan tak mau berusaha.
Sahabatku yang mempunyai mimpi mulia,
Ketika kau masuk ke pintu-pintu sekolah memberikan sepenggal surat demi sebuah mimpi yang mulia, namun kau tak temukan hasil apa-apa, jangan kau langsung menghentikan mimpi-mimpimu. Teruslah kejar mimpi itu sampai kau mampu meraihnya suatu saat nanti. Percayalah bahwa pada akhirnya mimpi itu akan terwujud.
Pekerjaan demi pekerjaan kau lakukan demi mengisi kehampaan. Namun, lagi-lagi kau tersungkur dalam hal yang menjauhkanmu dari minpi-mimpimu. Lalu kau putus asa dan kembali hidup dalam kehampaan.
Sahabatku,
Janganlah kau terus hidup dengan merasakan kehampaan. Mulailah hidupmu dengan sesuatu yang baru. Ciptakanlah hal-hal baru yang akan menjadikanmu lebih semangat tanpa harus menghilangkan mimpi-mimpimu.
Pernahkah kau merasakan ketenangan setelah berbagi cerita hidup dengan orang lain?
Nah, cobalah untuk menuangkan perasaanmu dalam sebuah kata-kata. Torehkanlah mimpi-mimpimu melalui tinta yang akan menjadikanmu lebih semangat menjalani masa-masa kritismu menghadapi kehampaan.
Tumpahkanlah segala rasa yang membebani hidupmu melaui goresan-goresan penamu. Biarkanlah penamu menari-nari bersama jari-jarimu yang indah. Maka kau akan temukan hal baru yang akan memotivasimu untuk bergerak kembali.
Ketika kau telah merampungkan sebuah karya melalui tinta indahmu, jangan kau sembunyikan dalam laci dan membiarkannya begitu saja. Tunjukkanlah pada orang lain, dan jangan merasa bahwa karyamu tak layak untuk dibaca teman-temanmu.
Sahabatku,
Menghasilkan suatu karya yang indah dan membaginya kepada orang lain adalah hal yang menakjubkan. Tanggapan-tanggapan orang akan menjadikanmu lebih termotivasi untuk selalu memperbaikinya. Jangan kau tersinggung dengan tanggapan pedas, karena itu adalah boomerang yang akan menjadikanmu lebih berani menghadapi hidup. Dengan boomerang itulah kau akan mampu menghasilkan karya-karya baru yang lebih indah dan bermanfaat.
Bermanfaat?? Ya, segala yang kau tulis pasti akan bermanfaat untuk orang lain. Bahkan tulisan-tulisanmu bisa dimanfaatkan oleh anak-anak atau remaja yang masih sekolah. Hal itu akan memicumu untuk terus menulis sesuatu yang mendidik dan dapat dimanfaatkan anak-anak sekolah.
Sahabatku,
Melalui goresan-goresan penamu yang bermanfaat itulah, sebenarnya kau sedang berbagi ilmu dengan orang lain. Sedangkan mimpimu menjadi seorang guru, sebagian mulai terwujud. Karena pada dasarnya, guru adalah orang yang sejatinya selalu membagikan ilmunya tanpa pamrih, orang yang mampu memberikan hal-hal bermanfaat, orang yang mampu memberikan motivasi, dan orang yang mampu menghasilkan sebuah karya yang bisa menjadi referensi untuk orang lain.
Sahabatku yang masih menyimpan mimpinya.....
Lakukanlah yang terbaik untuk hidupmu, jangan terus hidup dengan rasa kehampaan yang akan menjadikanmu seorang pemimpi yang semu.
Kudus, 27 Januari 2012
NAJWA ASSHOFA
Harapan Sang Petani
Kelokan tanah, jadi sobat
Tertampak cangkul , telah berkarat
Kala surya mulai mendekat
Kepala serasa pekat,
Haus terasa menyekat
Yang tersisa hanyalah keringat
Dia...
Begitu tabah menyikapi
Seakan awak tiada terbebani
Meski...
Isak tangis tak jua tertanggulangi
Tetapi...
Dia tampak riang hati
Jikalau indra mata memandangi,
Padi berseri di senja hari
Semilir angin membuatnya menari-nari
Begitu indah menyenangkan hati
Dalam hati,
Hanya sebersit hasratnya
Yang tak sekadar harapan dan mimpinya
“meraih hasil tiada merugi”
Oh, Tuhan....
Dengarkanlah dia
Do’a petani untuk kehidupannya
Kudus, 27 Januari 2010
Karya : N. Azizah Af.
Kelas : X-4 MA Nahdlatul Muslimin
Rawat Bumi
Seindah pelangi di senja hari
Seelok bunga bersei-seri
Membentang luas samudera
Sadarkan kepedulian kita
Akan keindahan dunia
Tapi kini....
Keindahan tak lagi sempurna
Hanya tampak kemuraman jiwa
Keserian yang terlalu hampa
Betapa pilu kini kurasa
Berlinang air mata
Setangkai pohon kucari
Kepedulian kuberi
Satu noktah di dada
Menyesaki kehidupan
Mengharap akan kesejukan
Betapa indah dunia ini
Ketika Sang surya menyinari
Kurawat bumi
Menikmati sejuknya hati
Sepasang mata terasa tenang
Memandang alam penuh sayang
Kubangun raga
Kuhijaukan dunia
Tanpa keletihan kurasa
Hijau bumiku, untuk cita-citaku.....
Kudus, 27 Januari 2010
Karya : Fitria H.
Kelas : X-4 MA Nahdlatul Muslimin
Pencakar Langit
Bagai pohon-pohon beton raksasa
Vertikal menembus angkasa
Menjadi kebanggaan kota metropolitan
Tolok ukur kesuksesan mereka
Bersinggasana di pinggiran kota
Berbaris dan berjajar rapi
Para pencakar langit nan komersil
Penuh arti dan multifungsi
Para penguasa di pinggiran kota
Sebagai penanda sebuah kota
Tempat peristirahatan para bangsawan
Penjajah desa hingga binasa
Kudus, 27 Januari 2010
Karya : Faricha Zuliani
Kelas : X-4 MA Nahdlatul Muslimin
Kamis, 19 Januari 2012
jumpa lagi
sudah lama aku tidak membuka blogku.... jumpa lagi in my blog... insyaAllah... aku akan rajin menulis lagi di sini...
salam hangat untuk teman2 semua...
salam hangat untuk teman2 semua...
Selasa, 31 Maret 2009
Kerinduan Kasih
Aku berdiskusi dengan alam
Saat tawa membahana
Sedangkan hati menjerit pilu
Aku bercanda ria dengan angin
Saat bunga bertebaran
Sedangkan daun-daun berguguran
Bintang-bintang menebarkan cahayanya
Bulan purnama tampak indah tak bernoda
Semerbak parfum di malam sunyi
Kasih,
Aku ingin sapa engkau
Hingga mata ini terpejam
Sampai akhirnya aku tak bisa temui siang
Semarang, 09 Maret 2008
Langganan:
Postingan (Atom)